estoria.id - Stephen Chow akhirnya kembali menyutradarai film layar lebar lewat Kung Fu Soccer, sebuah karya yang sekaligus menjadi perayaan 25 tahun film legendaris Shaolin Soccer. Meski menghadirkan cerita dan karakter baru, film ini tetap membawa ciri khas Chow yang memadukan olahraga, komedi, drama, dan seni bela diri dalam satu sajian yang menghibur.

 

Kung Fu Soccer berfokus pada perjalanan tim sepak bola putri bernama Emei, yang berisi perempuan-perempuan pekerja biasa dengan mimpi besar menembus kompetisi bergengsi Asian Women's Champions League. Di tengah status mereka sebagai tim nonunggulan, para pemain harus menghadapi berbagai keterbatasan mulai dari minimnya dana, fasilitas latihan yang jauh dari memadai, hingga stigma gender yang masih melekat di dunia sepak bola.

 

Perjuangan mereka tidak berhenti di lapangan. Para pemain Emei juga harus membagi waktu antara latihan keras dan pekerjaan paruh waktu demi memenuhi kebutuhan hidup. Tantangan semakin berat ketika mereka dihadapkan pada masalah usia, risiko cedera, hingga persoalan pribadi yang mengganggu fokus bertanding.

 

Tokoh sentral dalam cerita ini adalah Shuangshuang yang diperankan Zhang Xiaofei. Sebagai kapten sekaligus pemimpin tim, ia menjadi sosok yang menjaga semangat rekan-rekannya tetap menyala. Shuangshuang berjuang bersama sahabat lamanya, Yu Long yang diperankan Dilraba Dilmurat, serta mentor mereka, Xu Feng yang dimainkan Lay Zhang.

 

Hubungan Shuangshuang dan Yu Long sempat renggang setelah Yu Long memilih meninggalkan tim demi menikah. Namun, setelah rumah tangganya berakhir, ia kembali bergabung dan berusaha memperbaiki hubungan dengan rekan-rekan lamanya.

 

Di bawah bimbingan Xu Feng, kemampuan tim Emei berkembang pesat. Mereka mulai mengejutkan banyak pihak setelah berhasil menaklukkan tim kuat Jinlong, sebuah kemenangan yang membuat nama Emei menjadi sorotan publik.

 

Keunikan tim ini terletak pada metode latihan yang tidak biasa. Mereka menggabungkan teknik sepak bola dengan berbagai jurus bela diri tradisional Tiongkok seperti Wing Chun dan Tai Chi, sehingga menciptakan gaya permainan yang sulit ditebak lawan.

 

Namun perjalanan Emei menuju puncak tidak berjalan mulus. Ketika menghadapi tim Ewha, mereka harus berhadapan dengan berbagai taktik provokatif, mulai dari tekanan psikologis, kontak fisik terselubung, hingga permainan manipulatif yang memengaruhi konsentrasi pemain dan keputusan wasit.

 

Kekalahan tersebut menjadi titik balik bagi Shuangshuang. Ia mulai menyadari bahwa ambisi besarnya untuk meraih kemenangan justru memberikan tekanan berlebihan kepada rekan-rekan setimnya. Dari situlah Emei berusaha bangkit dan menemukan kembali kekuatan sebagai sebuah tim.

 

Kung Fu Soccer menjadi film baru pertama Stephen Chow sejak The New King of Comedy yang dirilis pada 2019. Sutradara yang dikenal lewat karya-karya sukses seperti Kung Fu Hustle, CJ7, dan The Mermaid itu juga menghadirkan sejumlah nama besar dalam film ini, termasuk Carina Lau, Takeru Satoh, Ai Mi, Sisley Choy, MC Jin, Louis Cheung, dan Jimmy O. Yang.

 

Untuk menjaga nuansa olahraga yang autentik, Stephen Chow turut melibatkan mantan kiper tim nasional putri China Zhao Lina dan bek tim nasional Li Jiayue dalam proses produksi.

Film Kung Fu Soccer resmi tayang di bioskop Indonesia mulai 12 Agustus, menawarkan perpaduan aksi, komedi, dan semangat pantang menyerah yang menjadi ciri khas karya Stephen Chow.