Babak Baru Dimulai, Manuver Militer Iran Bikin Timur Tengah Kian Panas

Senin, 11 Mei 2026 - 16:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi rudal Iran. (Sumber Foto: Istimewa)

i

Ilustrasi rudal Iran. (Sumber Foto: Istimewa)

ESTORIA – Situasi keamanan di kawasan Timur Tengah kembali memanas setelah muncul arahan terbaru dari pucuk pimpinan Iran. Mojtaba Khamenei dilaporkan menginstruksikan komando angkatan bersenjata gabungan untuk melanjutkan operasi militer dan menghadapi pihak yang dianggap musuh dengan sikap tegas.

Arahan tersebut disampaikan dalam pertemuan dengan jajaran militer, termasuk Komandan Markas Besar Pusat Khatam Al Anbiya. Dalam laporan media pemerintah Iran, pihak militer memastikan bahwa skenario dan rencana strategis telah disiapkan untuk merespons potensi tindakan dari Amerika Serikat dan Israel.

Kantor berita resmi Iran juga menyebutkan bahwa komandan militer Ali Abdullahi telah bertemu langsung dengan Khamenei. Dalam pertemuan itu, sang pemimpin disebut memberikan apresiasi terhadap kesiapan angkatan bersenjata, sekaligus menegaskan adanya “langkah-langkah baru” untuk memperkuat respons terhadap ancaman eksternal, meski detail kebijakan tersebut tidak diungkap ke publik.

Menariknya, sejak ditunjuk pada Maret lalu, Mojtaba Khamenei belum pernah tampil secara terbuka. Seluruh pernyataannya sejauh ini disampaikan melalui media pemerintah, memicu spekulasi mengenai dinamika internal kepemimpinan Iran.

Di sisi lain, ketegangan regional kian meningkat. Uni Emirat Arab melaporkan bahwa sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat dua drone yang disebut berasal dari Iran pada 10 Mei 2026. Bahkan, sejak awal eskalasi yang mereka sebut sebagai “serangan terang-terangan Iran”, pihak UEA mengklaim telah menahan ratusan serangan, terdiri dari 551 rudal balistik, 29 rudal jelajah, dan lebih dari 2.200 drone.

Reaksi keras juga datang dari Qatar. Pemerintah negara tersebut mengecam serangan terhadap kapal kargo komersial di perairan dekat Pelabuhan Mesaieed. Kapal yang berlayar dari Abu Dhabi itu dilaporkan terkena serangan drone pada Minggu pagi, memicu kebakaran kecil tanpa menimbulkan korban jiwa.

Melalui Kementerian Luar Negeri, Qatar menyebut insiden itu sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan kebebasan navigasi. Mereka juga memperingatkan bahwa serangan terhadap kapal sipil merupakan ancaman nyata terhadap stabilitas kawasan dan keamanan jalur distribusi global.

Follow WhatsApp Channel estoria.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Skandal Hibah Jatim Menggurita, KPK Periksa Anggota DPRD Bangkalan dan Pamekasan
Rupiah Tertekan, Dolar Tembus Rp17.700 di Bank-Bank Besar
Universitas Annuqayah Jadi Titik Awal Safari Jurnalistik 2026, Fokus Cetak Jurnalis Kritis
BSU Rp600 Ribu Disebut Cair Diam-Diam? Simak Fakta Sebenarnya
Indonesia di Antara Negara-Negara Terjerat Utang
Tiga WNI Cetak Sejarah Jadi Sopir Bus Asing Pertama di Aichi Jepang
ONIC Menggila di MPL ID S17, RRQ Hoshi Terpuruk di Dasar Klasemen
Bongkar Dugaan Manipulasi Pengajuan Kredit di BRI Sumenep, Korban Dibebani Rp390 Juta
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 16:53 WIB

Skandal Hibah Jatim Menggurita, KPK Periksa Anggota DPRD Bangkalan dan Pamekasan

Senin, 11 Mei 2026 - 16:37 WIB

Rupiah Tertekan, Dolar Tembus Rp17.700 di Bank-Bank Besar

Senin, 11 Mei 2026 - 16:23 WIB

Babak Baru Dimulai, Manuver Militer Iran Bikin Timur Tengah Kian Panas

Senin, 11 Mei 2026 - 12:00 WIB

Universitas Annuqayah Jadi Titik Awal Safari Jurnalistik 2026, Fokus Cetak Jurnalis Kritis

Sabtu, 9 Mei 2026 - 16:22 WIB

Indonesia di Antara Negara-Negara Terjerat Utang

Berita Terbaru

×