estoria.id – Presiden Prabowo Subianto memperkuat struktur Badan Gizi Nasional (BGN) dengan menunjuk lima pejabat tinggi madya baru untuk mengisi posisi-posisi strategis di lembaga pelaksana Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pengangkatan tersebut dilakukan melalui Keputusan Presiden (Keppres) dan diumumkan secara resmi pada Selasa (21/07/2026).
Kelima pejabat baru itu diperkenalkan oleh Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari dalam konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta Pusat. Menurutnya, penguatan jajaran pimpinan merupakan langkah untuk meningkatkan efektivitas tata kelola BGN sekaligus memastikan program MBG berjalan lebih optimal.
"Melalui penunjukan langsung oleh Presiden. Kemarin, kami mendapatkan Keppres untuk mengangkat beliau-beliau ini sebagai pejabat tinggi madya," kata Agustina.
Ia menegaskan, pembenahan organisasi merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden Prabowo Subianto agar pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis semakin baik.
"Kami membutuhkan tim untuk memperbaiki tata kelola BGN dan Makan Bergizi Gratis," ujarnya.
Lima pejabat yang kini bergabung sebagai pimpinan tinggi madya BGN yakni Dr. Lili Khamiliyah, S.E., M.Si. sebagai Sekretaris Utama, dr. Prima Yosephine Berliana Tumiur Hutapea, M.K.M. sebagai Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola, Zainuri, Ak. sebagai Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran, Dr. Mariman Darto, S.E., M.Si. sebagai Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama, serta Dr. Ketut Sumedana, S.H., M.H. sebagai Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan.
Kelima pejabat tersebut datang dengan latar belakang birokrasi dan pengalaman yang beragam.
Lili Khamiliyah, yang dipercaya sebagai Sekretaris Utama BGN, sebelumnya menjabat Kepala Biro Umum dan Keuangan Daerah BGN. Sebelum bergabung dengan lembaga tersebut, ia pernah memimpin Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Jakarta V di bawah Kementerian Keuangan, sehingga dikenal memiliki pengalaman kuat dalam tata kelola administrasi dan keuangan negara.
Di posisi Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola, BGN menunjuk dr. Prima Yosephine Berliana Tumiur Hutapea. Dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara itu juga mengantongi gelar Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat dari Universitas Indonesia. Sebelum bergabung ke BGN, Prima menjabat sebagai Direktur Pengelolaan Imunisasi Kementerian Kesehatan sejak 29 Desember 2022.
Sementara itu, Zainuri dipercaya mengisi jabatan Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran. Ia memiliki rekam jejak panjang di Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), mulai dari Kepala Perwakilan BPKP Papua Barat pada 2021, kemudian Kepala Perwakilan BPKP Papua pada 2023. Jabatan terakhirnya sebelum masuk BGN adalah Kepala Biro Keuangan BPKP.
Untuk memperkuat kemitraan dan sosialisasi program, BGN menunjuk Mariman Darto sebagai Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama. Sebelum menduduki jabatan tersebut, Mariman merupakan Staf Ahli Menteri Bidang Manajemen Talenta di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Ia juga pernah menjabat sebagai Kepala Pusat Pengembangan Kader Aparatur Sipil Negara di Lembaga Administrasi Negara (LAN) pada periode 2022–2025.
Sosok yang paling menyita perhatian adalah Ketut Sumedana, yang kini dipercaya sebagai Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan. Ketut dikenal luas sebagai mantan Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung. Setelah itu, ia dipercaya menjadi Kepala Kejaksaan Tinggi Bali dan kemudian dimutasi sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan pada 2025 sebelum akhirnya bergabung dengan BGN.