Keluarga mengaku tidak menemukan tanda-tanda yang mengarah pada kondisi kesehatan serius. Dalam percakapan terakhirnya, Sutrimo justru terlihat santai dan menikmati aktivitas sehari-hari.
Aan menyebut Sutrimo sempat mengirim foto saat makan di kawasan Soto Blok M dan memperlihatkan hadiah minyak wangi yang disebut dibelikan oleh ajudan Febrie Adriansyah.
"Selama itu dia terlihat happy-happy saja, tidak pernah mengeluh sakit," tuturnya.
Seperti diketahui, Sutrimo ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di depan sebuah klinik di Jakarta Selatan pada 23 Juli 2026. Jenazahnya kemudian dimakamkan di kampung halamannya pada hari yang sama.
Merasa ada sejumlah kejanggalan, keluarga akhirnya melaporkan kasus kematian tersebut ke Polresta Banyumas pada Sabtu (08/08/2026) untuk meminta kepastian mengenai penyebab meninggalnya Sutrimo. Kasus ini kini menjadi sorotan publik, terlebih menjelang rencana ekshumasi makam guna mengungkap penyebab kematian secara lebih terang.