Pernyataan tersebut menjadi sorotan karena pada waktu yang hampir bersamaan, laporan dari sejumlah daerah terdampak menunjukkan persoalan distribusi bantuan masih terjadi.
Di Desa Golo Mangung, Kabupaten Manggarai Timur, misalnya, warga di lima anak kampung disebut masih bertahan di tenda darurat hingga enam hari setelah gempa.
Mereka mengaku belum menerima bantuan pemerintah dan harus bertahan dengan perlengkapan seadanya. Sebagian warga memilih tetap berada di tenda karena masih khawatir terhadap kemungkinan gempa susulan.
Keluhan mengenai distribusi bantuan juga muncul dari Nangahure Lembah, Kabupaten Sikka. Sejumlah warga mengaku belum mendapatkan bantuan apa pun hingga memasuki hari keenam pascagempa.
Kondisi tersebut dinilai berbeda dengan pengungsi yang berada di lokasi terpusat. Di tempat pengungsian utama, bantuan disebut lebih rutin diterima, sementara warga yang berada di lokasi lain masih menunggu distribusi logistik.