“Pada jam pelajaran pertama waktu ba'da Ashar sekitar pukul 16.10 banyak yang melapor dari santri MTs dan MA mengeluhkan sakit perut, mual dan kepala pusing,” ujar Ferdiansyah.

 

Awalnya, santri yang mengalami keluhan dibawa ke Unit Kesehatan Sekolah (UKS). Namun, jumlah santri yang mengalami gejala serupa terus bertambah.

 

Kondisi tersebut membuat pihak pesantren mengambil langkah cepat. Para santri kemudian dievakuasi ke sejumlah fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis.

 

Salah satu rumah sakit yang menerima pasien adalah RSUD RT Notopuro Sidoarjo. Hingga malam hari, ratusan santri masih menjalani pemeriksaan dan perawatan.

 

Asal Makanan Jadi Sorotan