ESTORIA – Gelombang demonstrasi mahasiswa yang beberapa waktu terakhir mengkritik kebijakan pemerintah mendadak diwarnai kontroversi serius. Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (BEM FH UBK), Muhammad Abdimaludin, membuat pengakuan yang menghebohkan publik setelah mengaku menerima uang sebesar Rp20 juta menjelang aksi unjuk rasa mahasiswa di kawasan Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta.
Pengakuan itu menjadi sorotan luas karena Abdi (sapaan akrab Muhammad Abdimaludin) merupakan salah satu perwakilan mahasiswa yang sempat bertemu langsung dengan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, usai aksi demonstrasi yang berlangsung pada pertengahan Juni 2026.
Ironisnya, beberapa hari sebelum pengakuan tersebut mencuat, Abdi justru tampil di hadapan publik sebagai mahasiswa yang menegaskan independensi gerakan mahasiswa dan menolak segala bentuk gratifikasi.
Dari Istana Wapres ke Forum Klarifikasi
Aksi mahasiswa yang berlangsung pada 15 Juni 2026 merupakan lanjutan dari rangkaian demonstrasi yang digelar di berbagai daerah sejak 12 Juni 2026. Massa mahasiswa turun ke jalan untuk menyuarakan kritik terhadap sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai belum mampu menjawab tekanan ekonomi yang dihadapi masyarakat.
Di tengah aksi tersebut, Wakil Presiden Gibran mengundang sejumlah perwakilan demonstran ke Istana Wakil Presiden. Pertemuan berlangsung sekitar satu jam dan membahas berbagai tuntutan mahasiswa.
Abdi termasuk salah satu peserta dialog tersebut. Seusai pertemuan, ia menyampaikan kepada media bahwa pemerintah telah mendengar aspirasi mahasiswa dan berjanji menyampaikannya kepada Presiden Prabowo Subianto.
Kala itu, Abdi juga menegaskan bahwa dirinya dan rekan-rekan mahasiswa menolak segala bentuk pemberian yang berpotensi menimbulkan konflik kepentingan.