estoria.id – Aktivitas belajar di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, mendadak berubah menjadi kepanikan. Ratusan santri mengalami keluhan kesehatan setelah menyantap makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (1/9/2026).

 

Dikutip dari radarsidoarjo.id, sebanyak 414 santri dilaporkan mendapat penanganan medis di enam fasilitas kesehatan. Keluhan yang muncul di antaranya sakit perut, mual, hingga pusing.

 

Pihak pondok memastikan makanan yang disantap para santri bukan berasal dari dapur pesantren. Makanan tersebut merupakan paket MBG yang didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin.

 

Ketua Asrama Putra Ponpes Manbaul Hikam, Ferdiansyah, menegaskan pihaknya perlu meluruskan informasi yang beredar mengenai sumber makanan.

 

“Kami luruskan kembali, ini murni kesalahan dari SPPG. Bukan makanan dari pondok pesantren seperti yang beredar,” kata Ferdiansyah.

 

Gejala Mulai Muncul Tiga Jam Setelah Makan

 

Menurut Ferdiansyah, para santri menyantap makanan MBG sekitar pukul 13.00 WIB. Setelah makan, kegiatan di lingkungan pesantren masih berlangsung seperti biasa.

 

Para santri bahkan masih mengikuti salat Ashar berjamaah. Tidak terlihat adanya gangguan kesehatan yang mencolok pada saat itu.

 

Situasi mulai berubah ketika kegiatan belajar mengajar kembali berlangsung selepas salat Ashar.

 

Sekitar pukul 16.10 WIB, sejumlah santri MTs dan MA mulai mengeluhkan sakit perut, mual, serta pusing.

 

“Pada jam pelajaran pertama waktu ba'da Ashar sekitar pukul 16.10 banyak yang melapor dari santri MTs dan MA mengeluhkan sakit perut, mual dan kepala pusing,” ujar Ferdiansyah.

 

Awalnya, santri yang mengalami keluhan dibawa ke Unit Kesehatan Sekolah (UKS). Namun, jumlah santri yang mengalami gejala serupa terus bertambah.

 

Kondisi tersebut membuat pihak pesantren mengambil langkah cepat. Para santri kemudian dievakuasi ke sejumlah fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis.

 

Salah satu rumah sakit yang menerima pasien adalah RSUD RT Notopuro Sidoarjo. Hingga malam hari, ratusan santri masih menjalani pemeriksaan dan perawatan.

 

Asal Makanan Jadi Sorotan

 

Kasus ini kini menjadi perhatian karena jumlah santri yang mengalami keluhan kesehatan cukup besar. Total 414 santri tercatat mendapat penanganan medis di enam fasilitas kesehatan.

 

Meski dugaan awal mengarah pada makanan yang dikonsumsi para santri, penyebab pasti kejadian tersebut masih harus dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut.

 

Pihak terkait perlu melakukan penelusuran terhadap makanan MBG yang didistribusikan, termasuk proses pengolahan, pengemasan, distribusi hingga waktu makanan dikonsumsi.

 

Sementara itu, kondisi para santri yang menjalani perawatan terus dipantau. Pemeriksaan medis juga dilakukan untuk memastikan penyebab munculnya keluhan secara objektif.

 

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak SPPG Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin.