estoria.id – Suasana mencekam menyelimuti kawasan wisata Bromo Hillside di Bukit Bantengan, Dusun Jarak Ijo, Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terus meluas. Kepulan asap tebal mulai mengepung kawasan kafe hingga masuk ke dalam bangunan.
Rekaman video yang beredar memperlihatkan situasi saat asap mulai memenuhi ruangan. Pandangan menjadi terbatas. Lantai terlihat dipenuhi potongan kardus, sementara rak, meja dan pintu kayu tampak samar di balik kabut asap.
Cahaya lampu berwarna kuning dari dalam ruangan justru membuat suasana terlihat semakin dramatis.
Kamera kemudian bergerak keluar menuju teras. Kondisinya tak kalah mencekam. Asap putih keabu-abuan memenuhi hampir seluruh area, sementara langit berubah menjadi warna oranye kekuningan akibat pantulan cahaya api.
Kolam renang yang biasanya menjadi salah satu daya tarik Bromo Hillside hanya terlihat samar di balik kepulan asap. Teras kayu, kursi, meja dan tanaman pun tampak diselimuti kabut.
Di kejauhan, cahaya merah-oranye terlihat menyala di balik pepohonan. Kobaran tersebut diduga berasal dari titik kebakaran yang merambat di kawasan sekitar.
Situasi semakin tegang ketika sejumlah orang mulai meninggalkan kawasan tersebut.
Dalam rekaman, beberapa pengunjung terlihat berlari menuruni tangga dan menuju jalan setapak. Seorang perempuan mengenakan jaket hitam, celana jeans, sepatu putih dan membawa tas ransel tampak bergegas menjauh dari lokasi.
Pengunjung lainnya juga terlihat berjalan cepat. Ada yang masih sempat merekam situasi menggunakan telepon seluler sambil melakukan evakuasi.
Pergerakan kamera yang bergoyang dan pengambilan gambar secara terburu-buru menggambarkan kondisi darurat yang terjadi saat itu.
Area deck kayu yang sebelumnya menjadi tempat pengunjung menikmati pemandangan juga terlihat mulai kosong. Orang-orang memilih bergerak menjauh dari kepungan asap.
Api Mendekati Area Kafe
Ancaman tersebut mendapat respons cepat dari tim gabungan. Pada Sabtu malam, 12 September 2026, sekitar pukul 21.30 WIB, petugas menggelar apel penanganan darurat sekaligus melakukan koordinasi operasi.
Pemadaman diprioritaskan untuk membendung pergerakan api agar tidak mencapai bangunan utama Bromo Hillside.
Armada truk tangki air dikerahkan untuk membasahi area yang menjadi jalur rambatan api.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, mengatakan BPBD Kabupaten Malang mengerahkan satu unit truk tangki air. Penanganan juga diperkuat BPBD Provinsi Jawa Timur dan Polres Malang.
Sementara itu, Damkar Kabupaten Malang menyiapkan empat unit armada, ditambah masing-masing satu unit dari Damkar Kota Malang dan TNBTS.
"Damkar Kabupaten Malang memplot empat unit armada, didukung masing-masing satu unit dari Damkar Kota Malang dan TNBTS," ujar Sadono Irawan, Minggu, 13 September 2026.
Bantuan tidak hanya datang dari pemerintah. Warga sekitar ikut bergerak dengan menyediakan pasokan air secara swadaya.
Satu unit mobil pikap dan satu unit truk yang dilengkapi tandon portabel dikerahkan untuk membantu proses pembasahan di lokasi.
Operasi berlangsung hingga sekitar pukul 00.30 WIB. Setelah dilakukan pemadaman secara intensif, titik api di belakang kawasan Bromo Hillside akhirnya berhasil dipadamkan.
"Untuk saat ini titik api di belakang kawasan Bromo Hillside sudah padam dan sedang dilaksanakan penyisiran bara api oleh tim gabungan," kata Sadono.
Namun, petugas belum sepenuhnya meninggalkan lokasi.
Penyisiran bara masih dilakukan untuk memastikan tidak ada sisa api yang dapat kembali membesar. Angin kencang menjadi salah satu faktor yang diwaspadai karena berpotensi membawa bara dan memunculkan titik api baru.