ESTORIA - Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas setelah Teheran mengonfirmasi telah memberikan respons atas proposal terbaru Washington untuk mengakhiri konflik berkepanjangan di kawasan Timur Tengah.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menyatakan komunikasi antara kedua negara masih berlangsung melalui jalur mediasi Pakistan. Namun, pihak Iran belum membuka isi detail proposal maupun tanggapan yang telah disampaikan kepada AS.
“Seperti yang kami umumkan kemarin, kekhawatiran kami telah disampaikan kepada pihak Amerika,” ujar Baqaei dalam konferensi pers yang dikutip AFP, Senin (18/05/2026).
Ia menegaskan proses negosiasi dan pertukaran pesan masih terus berjalan melalui mediator Pakistan di tengah meningkatnya tekanan politik dan militer dari Washington.
Dalam pernyataannya, Baqaei juga kembali menegaskan sejumlah tuntutan utama Iran, termasuk pencabutan sanksi ekonomi yang selama ini diberlakukan AS serta pembebasan aset-aset Iran yang dibekukan di luar negeri.
“Poin-poin yang diangkat adalah tuntutan Iran yang telah dipertahankan dengan tegas oleh tim negosiasi Iran di setiap putaran negosiasi,” katanya.
Iran juga tetap bersikeras meminta AS membayar ganti rugi atas konflik yang disebut Teheran sebagai perang “ilegal dan tidak berdasar”.
Di tengah situasi yang semakin tegang, Baqaei menegaskan Iran siap menghadapi segala kemungkinan, termasuk jika kembali terjadi konfrontasi militer.