Menurut KH Imam Hasyim, pendidikan karakter tidak cukup hanya berfokus pada capaian akademik. Pelajar juga harus dibentuk menjadi pribadi yang disiplin, patuh aturan, dan menjauhi perilaku negatif agar mampu menjadi generasi penerus yang berkualitas.
 

“Kalau pelajar disiplin, rajin belajar dan menjauhi hal-hal negatif, maka mereka akan tumbuh menjadi generasi yang kuat, cerdas dan mampu membawa masa depan Sumenep lebih baik,” tuturnya.

 

Sementara itu, program “Samsat Ka Sakolah” sendiri dirancang sebagai media edukasi hukum dan literasi pajak bagi kalangan pelajar. Selain mendapatkan pemahaman mengenai kewajiban pajak kendaraan, peserta juga dibekali materi keselamatan berkendara serta pentingnya tertib administrasi kendaraan bermotor.
 

Sepanjang kegiatan berlangsung, suasana tampak interaktif dan penuh antusiasme. Para siswa aktif berdialog dengan para narasumber terkait pentingnya disiplin berlalu lintas di era modern, termasuk kesadaran hukum dalam menggunakan kendaraan bermotor sejak usia muda.