Kelima kelompok penerima bantuan tersebut berada di Kecamatan Dungkek, Raas, Pragaan, dan Sapeken. Joni berharap bantuan ini dapat membantu nelayan menjalankan aktivitas melaut secara lebih efektif dan efisien. 

 

Meski begitu, hal lain muncul dan menjadi sorotan bagi para nelayan dari pernyataan Joni bahwa bantuan diberikan dalam bentuk hibah barang kepada kelompok, bukan perorangan. Bekal nelayan khawatir proses distribusi tidak transparan dan berpotensi membuat alat tidak sampai ke tangan yang benar-benar membutuhkan.

 

“Kami khawatir alat itu cuma jadi pajangan di ketua kelompok, bukan melaut,” keluh seorang nelayan di Dungkek.

 

Hingga berita ini diterbitkan, Diskan Sumenep belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai kriteria penetapan kelompok penerima serta alasan di balik disparitas nilai bantuan. Joni hanya menegaskan kembali bahwa bantuan tersebut diharapkan dapat membantu nelayan di Kabupaten Sumenep secara keseluruhan.

 

"Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu nelayan dalam menjalankan aktivitas melaut secara lebih efektif dan efisien," pungkasnya.