ESTORIA – Penetapan empat tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ternyata belum menjadi akhir. Kejaksaan Agung memberi sinyal kuat bahwa penyidikan masih bergerak dan daftar pihak yang harus mempertanggungjawabkan perbuatannya berpotensi bertambah.

 

Tim penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) saat ini masih membongkar dugaan praktik penyimpangan dalam pengadaan barang dan jasa di lingkungan Badan Gizi Nasional (BGN) periode 2025–2026. Berbagai dokumen, aliran dana, hingga keterlibatan sejumlah pihak terus ditelusuri untuk mengungkap konstruksi perkara secara utuh.

 

Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, menegaskan bahwa perkara ini masih berada pada fase awal penyidikan sehingga peluang munculnya tersangka baru masih sangat terbuka.

 

"Kami masih terus melakukan pendalaman karena ini masih di awal penyidikan. Semua alat bukti sedang kami kumpulkan untuk melihat siapa saja yang harus bertanggung jawab," kata Syarief di Gedung Bundar Kejagung, Jakarta, Kamis (11/06/2026).

 

Sejauh ini Kejagung telah menahan empat tersangka, yakni mantan Kepala BGN Dadan Hindayana, dua mantan Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya, serta Asep Yusuf Somantri dari pihak swasta.

 

Namun, penyidik menegaskan proses tidak akan berhenti pada empat nama tersebut. Jika ditemukan bukti yang cukup, siapa pun yang terlibat akan diproses sesuai hukum.

 

"Apabila ada orang-orang yang dapat dimintai pertanggungjawaban dan didukung alat bukti, tentu akan kami proses," ujar Syarief.

 

Fokus Dalami Keterangan Sony Sonjaya

Dalam waktu dekat, penyidik akan memeriksa tersangka Sony Sonjaya untuk mendalami sejumlah informasi yang disebutkan dalam berita acara pemeriksaan (BAP), termasuk nama-nama yang diduga memiliki kaitan dengan perkara tersebut.

 

Menurut Syarief, penyidik tidak hanya ingin mengetahui siapa saja yang disebut, tetapi juga informasi dan peran yang diduga dimainkan oleh pihak-pihak tersebut.

 

"Kami akan memeriksa tersangka SS terlebih dahulu. Yang kami dalami bukan sekadar nama, tetapi informasi apa yang dimiliki dan apa keterkaitannya dengan perkara ini," katanya.

 

Saksi Bisa Bertambah

 

Kejagung juga membuka kemungkinan memanggil lebih banyak saksi. Hingga kini, lebih dari 20 orang telah dimintai keterangan dalam proses penyidikan.

Syarief menegaskan bahwa siapa pun yang mengetahui, melihat, atau mengalami langsung peristiwa yang berkaitan dengan kasus ini dapat dipanggil sebagai saksi, meski belum tentu terlibat dalam tindak pidana.

 

Dugaan Jual Beli Titik dan Tender Bermasalah

 

Selain menelusuri aliran dana, penyidik kini mendalami dugaan praktik jual beli titik serta mekanisme pengadaan yang dijalankan para tersangka.

 

Kedua aspek tersebut dinilai menjadi pintu masuk penting untuk mengungkap pola permainan dalam proyek MBG yang bernilai besar.

 

"Ada dugaan jual beli titik dan proses pengadaan yang sedang kami dalami. Nanti perkembangannya akan kami sampaikan," ujar Syarief.

 

Penyidik juga masih menelusuri jumlah yayasan atau afiliasi yang diduga terkait dengan para tersangka. Data tersebut disebut masih terus berkembang seiring pemeriksaan berjalan.

 

Permohonan Justice Collaborator Masih Dikaji

 

Di sisi lain, Kejagung membantah spekulasi yang menyebut penyidik ragu menetapkan status tersangka terhadap Sony Sonjaya setelah yang bersangkutan mengajukan diri sebagai justice collaborator (JC).

 

Menurut Syarief, penetapan tersangka dilakukan murni berdasarkan alat bukti yang telah dikantongi penyidik.

Sementara itu, permohonan JC yang diajukan Sony masih dipelajari. Penyidik tengah menilai sejauh mana informasi dan bukti yang dapat diberikan untuk membantu mengungkap aktor lain yang diduga memiliki peran lebih besar.

 

"JC diberikan kepada pelaku yang bersedia membantu membongkar keterlibatan pihak lain yang lebih besar. Itu yang sedang kami kaji," kata Syarief.

 

Hingga kini, nilai kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis masih dalam proses penghitungan. Namun dengan penyidikan yang terus meluas, kasus ini diperkirakan masih akan menyeret babak baru dalam waktu dekat.