Di tingkat SMA dan SMK, partisipasi sekolah swasta juga mengalami lonjakan signifikan. Jika pada tahun ajaran sebelumnya terdapat 1.772 sekolah yang terlibat, maka pada tahun ajaran 2026/2027 jumlahnya meningkat menjadi 2.106 sekolah, terdiri dari 860 SMA swasta dan 1.246 SMK swasta. Kenaikan tersebut mencapai 18,84 persen atau bertambah 334 sekolah.
Dari total bantuan yang disiapkan pada tahun ini, sebanyak 44.421 siswa akan menerima beasiswa penuh. Sementara 36.710 siswa lainnya memperoleh berbagai bentuk keringanan biaya pendidikan, mulai dari pembebasan uang gedung, potongan SPP hingga bantuan pendidikan lainnya.
Jumlah penerima manfaat pun meningkat signifikan. Pada 2025 terdapat 72.841 penerima, sedangkan tahun ini melonjak menjadi 81.131 penerima di jenjang SMA dan SMK swasta.
Khofifah menyebut, program tersebut juga menjadi bagian dari upaya menekan angka anak tidak sekolah sekaligus meningkatkan angka partisipasi pendidikan di Jawa Timur.
βIni adalah bentuk kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan lembaga pendidikan swasta untuk memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam memperoleh pendidikan berkualitas. Melalui program ini, kami ingin memastikan bahwa keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi anak-anak untuk meraih cita-cita mereka,β tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Pemprov Jatim juga memberikan penghargaan kepada sekolah-sekolah swasta yang dinilai paling aktif menyediakan beasiswa bagi calon peserta didik. Untuk kategori SMK, penghargaan tertinggi diberikan kepada SMK Krian 2 Sidoarjo, SMKS YPM 8 Sidoarjo, dan SMKS Ibrahimy 1 Sukorejo Situbondo.
Sementara pada kategori SMA, penghargaan diberikan kepada SMAS Nahdlatul Ulama Pakis Malang, SMA Islam NU Pujon Malang, dan SMA Plus Darul Hikmah Jember.
Menutup sambutannya, Khofifah mengajak seluruh elemen pendidikan untuk terus memperkuat sinergi demi memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.