Menanggapi hal itu, Khofifah memberikan apresiasi atas berbagai inisiatif yang telah dilakukan JMSI Jatim. Ia menilai program-program tersebut sejalan dengan kebutuhan masyarakat yang semakin membutuhkan informasi yang dapat dipercaya di tengah derasnya arus informasi digital.
 

“Terima kasih atas kunjungannya dan sinergi yang selama ini telah dibangun JMSI Jawa Timur. Berbagai kegiatan yang dilakukan sangat positif dan bermanfaat,” ujar Khofifah.

 

Lebih lanjut, Khofifah mendorong agar kolaborasi serupa tidak hanya terpusat di Surabaya, tetapi juga diperluas ke berbagai daerah di Jawa Timur. Menurutnya, potensi pengembangan media berkualitas di daerah sangat besar dan perlu mendapat dukungan bersama.
 

Ia mencontohkan wilayah Malang Raya yang memiliki jaringan media cukup kuat. Model kolaborasi yang telah terbangun di tingkat provinsi, kata Khofifah, bisa direplikasi di berbagai daerah lain yang memiliki kepengurusan JMSI.
 

“Sinergi seperti ini bisa diperkuat di daerah-daerah. Tidak hanya di Surabaya, tetapi juga di wilayah lain yang memiliki potensi besar untuk pengembangan media berkualitas,” tuturnya.
 

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga menyoroti tantangan dunia pers di era digital. Menurutnya, masih terdapat media yang dikelola tanpa kompetensi memadai sehingga berpotensi menghasilkan informasi yang tidak akurat dan kurang mendidik publik.

 

Karena itu, ia menekankan pentingnya pengelolaan perusahaan pers secara profesional sesuai ketentuan Undang-Undang Pers. Media yang sehat dan profesional, lanjutnya, akan menjadi rujukan utama masyarakat dalam memperoleh informasi yang benar dan terpercaya.
 

Sebagai bentuk apresiasi atas komitmennya dalam mendukung keterbukaan informasi dan pertumbuhan media yang berkualitas, JMSI Jawa Timur menyerahkan penghargaan JMSI Jatim Award kepada Gubernur Khofifah dalam kategori Keterbukaan Media Berkualitas.