Selain itu, kata Dadang, kenaikan harga BBM nonsubsidi membuat banyak pengguna beralih ke BBM subsidi sehingga permintaan melonjak.

 

"Kenaikan harga BBM nonsubsidi cukup berpengaruh. Selisihnya sekitar Rp3.000 per liter. Akibatnya banyak pengguna yang sebelumnya memakai Pertamax beralih ke BBM subsidi, sehingga stok di SPBU lebih cepat habis," jelasnya.

 

Karena itu, Pemkab mengimbau masyarakat yang mampu tetap menggunakan BBM nonsubsidi agar penyaluran subsidi lebih tepat sasaran.

 

"Kami berharap masyarakat yang mampu menggunakan BBM nonsubsidi secara bijak. Dengan begitu, BBM subsidi bisa tepat sasaran dan dinikmati masyarakat yang memang membutuhkan," tambah Dadang.

 

Sementara itu, Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus juga memastikan pasokan BBM di Kabupaten Sumenep masih aman.