"Saya lihat beberapa hari ini di SPBU antre. Bahkan di Pertashop juga antre, sementara di tingkat pengecer banyak yang kosong. Saya akhirnya mengisi BBM di Pertashop karena antreannya tidak terlalu lama," katanya.
Sekretaris Fraksi PKB DPRD Jawa Timur itu juga mendesak instansi terkait, termasuk Pertamina, menyampaikan penjelasan secara terbuka mengenai penyebab terjadinya antrean. Ia menilai transparansi informasi penting agar masyarakat tidak panik dan melakukan pembelian BBM secara berlebihan.
Nur Faizin menegaskan, apabila terdapat kendala dalam distribusi, pemerintah harus segera menyelesaikannya melalui langkah nyata agar mobilitas warga dan aktivitas ekonomi di Madura tidak terganggu.
"Kebutuhan BBM masyarakat harus menjadi prioritas. Jika memang ada kendala distribusi, harus segera diatasi dengan langkah konkret sehingga aktivitas masyarakat dan perekonomian di Madura tidak terganggu," tegasnya.
Selain mempercepat normalisasi pasokan, ia juga meminta pengawasan terhadap penyaluran BBM bersubsidi diperketat agar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak berhak.