ESA juga mencatat bahwa Prancis mengalami hari terpanas sepanjang sejarah untuk bulan Juni, menandai rekor baru di tengah meningkatnya frekuensi cuaca ekstrem akibat perubahan iklim.
Mengutip Space, suhu setinggi itu belum pernah tercatat di sebagian besar wilayah Eropa. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran serius karena dampaknya tidak hanya mengancam kesehatan masyarakat, tetapi juga meningkatkan risiko kebakaran hutan, kekeringan, hingga gangguan terhadap aktivitas ekonomi.
Kepala WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menegaskan bahwa Eropa merupakan kawasan yang mengalami pemanasan paling cepat di dunia.
"Eropa adalah benua dengan laju pemanasan tercepat di Bumi, dengan laju pemanasan dua kali lipat dari rata-rata global," tulis Tedros melalui akun X.
ESA menambahkan, instrumen Sea and Land Surface Temperature Radiometer yang dibawa Sentinel-3 memungkinkan pemantauan suhu permukaan daratan dan lautan secara akurat. Teknologi tersebut memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai perkembangan cuaca ekstrem sekaligus membantu pemerintah dan peneliti mengantisipasi dampak yang ditimbulkan terhadap masyarakat.