“DWP tidak hanya menjadi wadah berkumpul, tetapi juga ruang untuk belajar, berkarya, berbagi pengalaman, dan saling memotivasi agar para anggota semakin kreatif serta percaya diri,” ungkapnya.
Asih menilai keterampilan membuat bunga dari kawat bulu merupakan salah satu bentuk kerajinan yang mudah dipelajari, memiliki nilai seni, dan berpotensi menjadi produk bernilai ekonomi jika terus dikembangkan.
Ia berharap kegiatan sederhana seperti ini mampu memunculkan berbagai ide kreatif yang dapat memberikan manfaat, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga masyarakat.
“Ke depan, DWP Bappeda Sumenep berkomitmen menghadirkan berbagai program yang berorientasi pada peningkatan kapasitas anggotanya,” katanya penuh harap.
Program tersebut meliputi pelatihan keterampilan, pengembangan diri, hingga kegiatan sosial yang berdampak nyata.