Menurut Rusydiyono, evaluasi terbuka sangat diperlukan agar Program MBG tidak hanya berjalan sebagai rutinitas, tetapi benar-benar mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas gizi masyarakat.
Ia berharap FGD tersebut menghasilkan rekomendasi yang konstruktif sebagai bahan perbaikan pelaksanaan program di masa mendatang.
Rusydiyono juga menyampaikan apresiasi kepada KPPG Surabaya yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia mengakui forum itu masih memiliki berbagai kekurangan, namun semangat utama yang ingin dibangun adalah menghadirkan ruang diskusi demi menyempurnakan program pemerintah.
"Kami berharap diskusi sederhana ini bisa menjadi bagian dari upaya memperbaiki pelaksanaan Program MBG sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat dan program ini dapat terus berlanjut," katanya.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Joko Satrio, yang mewakili Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan dukungan penuh terhadap Program Makan Bergizi Gratis.