Haji Her juga membantah anggapan bahwa dirinya merupakan bagian dari tim sukses Khofifah pada Pilgub Jawa Timur 2024. Ia menegaskan posisinya hanya sebagai relawan yang memberikan dukungan karena mengagumi rekam jejak Khofifah, terutama kedekatannya dengan kalangan pesantren dan sikapnya saat membela Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.
Karena itu, ia meminta publik tidak menggiring persoalan tersebut ke berbagai spekulasi yang belum tentu benar. Ia bahkan menyatakan siap apabila aparat penegak hukum ingin meminta klarifikasi atas pernyataannya.
"Tak perlu menggiring ke mana-mana. Saya tidak takut mau disepertiapakan. Meski mau diperiksa, silakan," tegasnya.
Sebelumnya, nama Haji Her menjadi sorotan setelah dalam peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) di Pamekasan, Selasa (21/07/2026), ia mengaku telah menghabiskan dana hingga Rp38 miliar untuk mendukung Khofifah Indar Parawansa pada Pilgub Jawa Timur 2024.
"Saya dulu habis-habisan dukung Gubernur ini, karena dari dulu saya kagum. Saya kan penggemarnya Gus Dur. Bu Khofifah ini membela Gus Dur waktu itu, pinter sekali orang ini. Bu Khofifah itu tidak punya uang, mencari sponsor ke saya. Saya habis Rp38 miliar lho ke Bu Khofifah ini," ujar Haji Her saat itu.