estoria.id – Ketegangan sempat mewarnai Kecamatan Karang Penang, Kabupaten Sampang, Madura, Senin (27/07/2026). Puluhan alumni, simpatisan Pondok Pesantren (Ponpes) Karang Durin, serta warga Nahdliyyin dari Kecamatan Karang Penang dan Sokobanah mendatangi Kantor Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Karang Penang setelah beredar isu bahwa Pengasuh Ponpes Karang Durin, KH Ahmad Fauzan Zaini, akan dilaporkan ke polisi.
Kedatangan massa dipicu kabar yang menyebut KH Ahmad Fauzan Zaini telah atau akan dilaporkan ke Polda Jawa Timur terkait pernyataannya dalam sebuah video yang beredar dan disebut-sebut merugikan Muhammadiyah. Isu tersebut dengan cepat menyebar di tengah masyarakat hingga memicu keresahan.
Dalam aksi tersebut, situasi sempat memanas. Massa yang datang dari berbagai arah bahkan mengancam akan membakar Kantor PCM Karang Penang apabila pelaporan terhadap tokoh Nahdlatul Ulama (NU) sekaligus pengasuh Ponpes Karang Durin itu benar dilakukan.
Menyikapi kondisi tersebut, jajaran Polsek Karang Penang bersama Polres Sampang langsung melakukan pengamanan di lokasi sejak pagi hari. Aparat juga berkoordinasi dengan tokoh masyarakat, pengurus Muhammadiyah, serta perwakilan alumni guna mencegah situasi berkembang menjadi bentrokan.
Kasi Humas Polres Sampang AKP Eko Puji Waluyo mengatakan, setelah dilakukan komunikasi, seluruh pihak sepakat bahwa proses klarifikasi dilakukan melalui dialog yang hanya diikuti oleh perwakilan massa.
"Begitu menerima informasi adanya pergerakan massa, personel Polsek Karang Penang bersama jajaran Polres Sampang langsung melakukan pengamanan dan berkoordinasi dengan tokoh masyarakat, pengurus PCM, serta perwakilan massa. Disepakati bahwa hanya perwakilan massa yang masuk ke sekretariat PCM untuk melakukan klarifikasi," ujar AKP Eko Puji Waluyo.
Mediasi dimulai sekitar pukul 08.04 WIB dan dihadiri Kasat Intelkam Polres Sampang AKP Agung Prastyo, Kapolsek Karang Penang IPTU Iwan Suhadi, Camat Karang Penang Yasid Bustomi, Ketua PCM Karang Penang, Ketua MWC NU Karang Penang, anggota DPRD Kabupaten Sampang, tokoh masyarakat, hingga jajaran pengurus Ponpes Karang Durin.
Dalam forum tersebut, perwakilan massa meminta kepastian terkait isu pelaporan terhadap KH Ahmad Fauzan Zaini. Menanggapi hal itu, PCM Karang Penang menegaskan bahwa informasi yang beredar merupakan hoaks.
"Pihak PCM menegaskan bahwa isu tersebut adalah hoaks dan tidak pernah ada rencana pelaporan dari Muhammadiyah, baik di tingkat Cabang (PCM) maupun Pimpinan Daerah (PDM)," kata AKP Eko.
Setelah dialog berlangsung hingga sekitar pukul 08.41 WIB, hasil kesepakatan dibacakan secara terbuka menggunakan pengeras suara di hadapan seluruh massa yang menunggu di luar kantor.
Muhammadiyah menegaskan tidak pernah dan tidak akan melaporkan KH Ahmad Fauzan Zaini terkait video yang beredar. Pengurus PCM Karang Penang juga menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang muncul akibat beredarnya informasi yang tidak benar di tengah masyarakat.
"Disampaikan kepada massa bahwa Muhammadiyah tidak pernah dan tidak akan melaporkan KH Ahmad Fauzan Zaini terkait video yang beredar. Pihak PCM juga menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang sempat terjadi akibat beredarnya informasi tersebut," tutur AKP Eko.
Setelah menerima klarifikasi resmi tersebut, massa membubarkan diri secara tertib. Situasi di sekitar Kantor PCM Karang Penang kembali kondusif dan aktivitas masyarakat berjalan normal.