Untuk menjangkau area pencarian yang lebih luas, Basarnas mengerahkan berbagai sarana pencarian baik melalui laut maupun udara. Di jalur laut, KN SAR 249 Permadi dan satu unit Rigid Inflatable Boat (RIB) Pos SAR Sumenep diterjunkan menyisir perairan. Sementara pemantauan dari udara dilakukan menggunakan Helikopter Basarnas AW139 HR1301.
Penyisiran dilakukan secara menyeluruh dengan harapan dapat menemukan jejak bangkai kapal ataupun korban yang kemungkinan belum teridentifikasi. Namun hingga monitoring berakhir, hasil yang diperoleh tetap nihil.
Nanang menegaskan seluruh proses pemantauan telah dilakukan sesuai prosedur dan cakupan area pencarian telah diperluas semaksimal mungkin. Meski demikian, tidak ditemukan perkembangan baru yang dapat menjadi dasar untuk melanjutkan operasi pemantauan aktif.
Dengan berakhirnya tahap monitoring tersebut, personel Basarnas kini kembali ditempatkan dalam status siaga untuk menghadapi potensi keadaan darurat lainnya di wilayah kerja mereka.
Sebelumnya, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii telah memutuskan penghentian Operasi SAR khusus penanganan KM Mutiara Sentosa II dan mengalihkannya menjadi operasi rutin kesiapsiagaan yang berada di bawah kendali Kantor SAR Surabaya.