estoria.id – Upaya pemantauan intensif terhadap KM Mutiara Sentosa II yang terbakar di perairan utara Sumenep akhirnya dihentikan. Setelah hampir sepekan sejak insiden terjadi, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) memastikan tidak menemukan indikasi keberadaan bangkai kapal maupun korban tambahan di lokasi pencarian.

 

Keputusan tersebut diumumkan Kantor SAR Kelas A Surabaya pada Minggu (09/08/2026), tepat tujuh hari setelah kebakaran yang melanda kapal penumpang tersebut pada 2 Agustus lalu.

 

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit P. H, mengatakan penghentian monitoring aktif dilakukan setelah tim gabungan tidak lagi menemukan petunjuk yang mengarah pada keberadaan korban yang belum ditemukan maupun posisi kapal yang tenggelam.

 

“Dengan tidak adanya tanda-tanda korban yang mungkin belum ditemukan, maka kami mengakhiri kegiatan monitoring aktif. Selanjutnya, beralih posisi standby untuk kondisi kedaruratan yang lain,” ujar Nanang.

 

Selama empat hari terakhir, Basarnas terus melakukan penyisiran di kawasan perairan utara Madura. Operasi pemantauan ini dimulai setelah status operasi SAR khusus KM Mutiara Sentosa II diturunkan menjadi kegiatan monitoring pada Rabu (05/08/2026).

 

Untuk menjangkau area pencarian yang lebih luas, Basarnas mengerahkan berbagai sarana pencarian baik melalui laut maupun udara. Di jalur laut, KN SAR 249 Permadi dan satu unit Rigid Inflatable Boat (RIB) Pos SAR Sumenep diterjunkan menyisir perairan. Sementara pemantauan dari udara dilakukan menggunakan Helikopter Basarnas AW139 HR1301.

 

Penyisiran dilakukan secara menyeluruh dengan harapan dapat menemukan jejak bangkai kapal ataupun korban yang kemungkinan belum teridentifikasi. Namun hingga monitoring berakhir, hasil yang diperoleh tetap nihil.

 

Nanang menegaskan seluruh proses pemantauan telah dilakukan sesuai prosedur dan cakupan area pencarian telah diperluas semaksimal mungkin. Meski demikian, tidak ditemukan perkembangan baru yang dapat menjadi dasar untuk melanjutkan operasi pemantauan aktif.

 

Dengan berakhirnya tahap monitoring tersebut, personel Basarnas kini kembali ditempatkan dalam status siaga untuk menghadapi potensi keadaan darurat lainnya di wilayah kerja mereka.

 

Sebelumnya, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii telah memutuskan penghentian Operasi SAR khusus penanganan KM Mutiara Sentosa II dan mengalihkannya menjadi operasi rutin kesiapsiagaan yang berada di bawah kendali Kantor SAR Surabaya.

 

“Secara resmi Operasi SAR secara khusus penanganan kedaruratan Mutiara Sentosa II saya alihkan menjadi operasi rutin, operasi kesiapsiagaan yang dikendalikan oleh Kepala Kantor SAR Surabaya,” kata Syafii dalam konferensi pers di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Rabu (05/08/2026).

 

Hingga monitoring berakhir, misteri keberadaan bangkai KM Mutiara Sentosa II masih belum terpecahkan. Kapal yang terbakar di perairan utara Sumenep itu belum berhasil ditemukan meski pencarian telah dilakukan melalui laut dan udara selama beberapa hari terakhir.