estoria.id - Masyarakat Kabupaten Sumenep kini memiliki akses yang lebih mudah untuk mendapatkan layanan kesehatan spesialis. RSUD dr. H. Moh. Anwar (RSUDMA) Sumenep resmi membuka Poli Urologi yang dapat dimanfaatkan oleh peserta BPJS Kesehatan mulai Agustus 2026.

 

Hadirnya layanan baru ini menjadi langkah strategis rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Sumenep tersebut dalam memperluas pelayanan kesehatan spesialistik, khususnya untuk penanganan penyakit yang berkaitan dengan saluran kemih dan organ reproduksi pria.

 

Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati, mengatakan pembukaan Poli Urologi merupakan bentuk komitmen rumah sakit untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan yang semakin lengkap dan mudah dijangkau.

 

“Pembukaan Poli Urologi ini kami lakukan untuk memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan spesialis urologi. Dengan tersedianya layanan ini, masyarakat yang membutuhkan pemeriksaan dan penanganan di bidang urologi dapat memperoleh pelayanan di RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep,” ujar Erliyati, Selasa (11/08/2026)

 

Layanan tersebut ditangani oleh dokter spesialis urologi, dr. Yufi Aulia Azmi. Poli Urologi dijadwalkan beroperasi setiap Jumat pukul 16.30–18.30 WIB dan Sabtu pukul 08.00–13.00 WIB.

 

Menurut Erliyati, layanan ini sudah dapat dimanfaatkan oleh peserta BPJS Kesehatan dengan mengikuti prosedur dan ketentuan yang berlaku. Kehadiran poli baru tersebut diharapkan dapat mengurangi kebutuhan masyarakat untuk berobat ke luar daerah guna mendapatkan layanan spesialis urologi.

 

“Layanan ini sudah dapat dimanfaatkan oleh peserta BPJS Kesehatan sesuai dengan ketentuan dan prosedur pelayanan yang berlaku. Kami berharap keberadaan Poli Urologi dapat memberikan pilihan pelayanan spesialistik yang lebih mudah dijangkau oleh masyarakat,” katanya.

 

Ia menegaskan, pengembangan layanan kesehatan di RSUDMA tidak hanya berfokus pada penambahan jenis layanan, tetapi juga dibarengi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, fasilitas, dan sistem pelayanan agar pasien memperoleh pelayanan yang optimal.

 

“Pengembangan pelayanan harus dibarengi dengan kesiapan sumber daya manusia, fasilitas, dan sistem pelayanan. Karena itu, kami terus melakukan evaluasi dan peningkatan secara bertahap agar layanan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan dan standar pelayanan rumah sakit,” pungkasnya.