estoria.id - Sebuah kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kendaraan operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) terjadi di depan MTs Ranjok, Desa Aik Berik, Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa (11/08/2026). Insiden tersebut sempat memunculkan anggapan bahwa korban ditabrak mobil pengangkut MBG. Namun, polisi menegaskan kendaraan MBG bukan penyebab utama kecelakaan.

 

Korban dalam peristiwa itu adalah WP (15), seorang siswi madrasah tsanawiyah yang mengalami luka pada kedua kakinya. Meski sempat terlindas, nyawa korban berhasil diselamatkan. Sementara seorang pelajar lainnya berinisial NA (15) juga mengalami luka di bagian kepala dan harus mendapatkan perawatan di fasilitas kesehatan terdekat.

 

Kepala Unit Penegakan Hukum (Gakkum) Lakalantas Satlantas Polresta Lombok Tengah, Ipda Sasmita Andika Candra, menjelaskan kecelakaan bermula saat sepeda motor yang dikendarai seorang anak berusia 12 tahun melaju dari arah utara menuju selatan.

 

Saat melintas di jalan menanjak di depan MTs Ranjok, pengendara diduga menarik gas terlalu tinggi hingga kehilangan kendali atas kendaraannya. Motor kemudian bergerak ke sisi kiri jalan dan menabrak dua pejalan kaki yang berada di lokasi, yakni WP dan NA.

 

Benturan tersebut membuat kedua korban terpental hingga mengenai sebuah mobil pengangkut MBG bernomor polisi DR 8416 DA yang saat itu dikemudikan JM (45).

 

“Korban bukan ditabrak mobil MBG. Mereka lebih dulu tertabrak sepeda motor, kemudian terpental hingga mengenai kendaraan MBG yang berada di sekitar lokasi,” ujar Andika, Rabu (12/8/2026).

 

Ia menegaskan mobil operasional MBG hanya terdampak dari rangkaian kecelakaan tersebut, bukan menjadi penyebab utama insiden.

 

“Mobil MBG hanya imbas dari kecelakaan. Penyebab awalnya adalah sepeda motor yang menabrak pejalan kaki,” katanya.

 

Setelah kejadian, petugas kepolisian melakukan penanganan terhadap para korban serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah pihak untuk memastikan kronologi kecelakaan. Berdasarkan kesepakatan para pihak yang terlibat, perkara tersebut akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan.

 

Selain itu, Andika kembali mengingatkan para orang tua agar tidak membiarkan anak-anak yang masih di bawah umur mengendarai sepeda motor tanpa pengawasan. Menurutnya, pengawasan orang tua menjadi faktor penting untuk mencegah terulangnya kecelakaan serupa.

 

“Jangan memberikan kebebasan kepada anak yang belum cukup umur untuk mengendarai sepeda motor sendiri. Pengawasan orang tua sangat penting agar tidak terjadi musibah yang dapat merugikan banyak pihak,” tegasnya.