Untuk Presiden ketiga, Bacharuddin Jusuf Habibie, Sultan menyematkan julukan Bapak Teknologi. Habibie dinilai menjadi simbol kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi Indonesia di tingkat dunia.

 

Presiden keempat, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, disebut sebagai Bapak Pluralisme karena konsistensinya dalam memperjuangkan toleransi, keberagaman, dan hak-hak kelompok minoritas.

 

Selanjutnya, Presiden kelima Megawati Soekarnoputri mendapat sebutan Srikandi Konstitusi. Sedangkan Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY disebut sebagai Bapak Perdamaian atas berbagai upaya diplomasi dan penyelesaian konflik yang dilakukan selama masa pemerintahannya.

 

Adapun Presiden ketujuh RI, Joko Widodo, menurut Sultan layak dikenang sebagai Bapak Infrastruktur karena pembangunan besar-besaran yang dilakukan di berbagai wilayah Indonesia selama dua periode kepemimpinannya.

 

Sultan menilai, meski memiliki karakter, kebijakan, dan tantangan yang berbeda, seluruh presiden Indonesia memiliki satu kesamaan tujuan, yakni memperkuat daerah dan memperkokoh kedaulatan bangsa.