Ucapan singkat itu menggambarkan trauma yang masih dirasakan korban setelah mengalami dugaan keracunan makanan.
Bahkan, menurut keterangan orang tua korban, ketakutan tersebut juga muncul ketika anaknya mendapatkan makanan dari rumah sakit.
“Waktu dari rumah sakit memberikan makanan menggunakan ompreng, anak aku menolak. Dia bilang, ‘Beracun itu makanannya, Mak,’” ungkap orang tua siswa.
Sudaryono memahami kondisi tersebut. Menurutnya, trauma sangat mungkin dialami anak-anak maupun orang tua setelah kejadian yang membuat mereka harus mendapatkan perawatan medis.
“Kalau bicara trauma itu sudah pasti. Jangankan anaknya, orang tuanya saja pasti trauma,” kata Sudaryono.