Mahasiswi Fakultas Kedokteran itu kemudian menjelaskan alasan dirinya memegang mikrofon. Ia menegaskan, keberadaannya di depan massa bukan semata-mata untuk berorasi, melainkan untuk membantu mengarahkan mahasiswa yang menurutnya sempat terdesak akibat situasi di lapangan.
"Pak Reynold, tolong atur yang tadi Anda katakan dari bibir Anda bahwa mokom itu mengganggu. Saya memegang mic ini bukan karena saya orator. Saya memegang mic ini untuk mengarahkan teman-teman saya yang sudah terhimpit karena kekacauan tadi. Saya ingin mereka kembali ke sini," katanya.
Fathimah juga mempertanyakan kebutuhan aparat menggunakan mobil komando untuk berkomunikasi dengan personel maupun massa. Menurut dia, kepolisian sudah memiliki perangkat komunikasi berupa handy talky (HT) yang dapat digunakan untuk mengoordinasikan barisan.
"Anda sudah bisa berbaris rapi di sini tanpa mokom. Mokom yang Anda lakukan itu hanya untuk memprovokasi massa," ucapnya.
Aksi tersebut merupakan aksi jilid kedua yang dilakukan BEM UI setelah demonstrasi sebelumnya pada Juni 2026. Dalam aksi kali ini, mahasiswa membawa sejumlah tuntutan yang berkaitan dengan kondisi sosial, ekonomi, politik, hingga kebijakan pemerintah.