Di tengah kondisi tersebut, solidaritas warga menjadi penopang. Massa AMPB bersama sejumlah pendukung dari Bogor dan Tangerang disebut bertahan dengan mengandalkan bantuan berupa bahan pangan yang dikirimkan masyarakat setempat.
Botok menjelaskan, dana yang tersimpan di rekening tersebut memang diperuntukkan bagi kebutuhan operasional peserta aksi.
"Ya nanti kita sak mlaku-mlakune lah," ujarnya ketika ditanya mengenai cara memenuhi kebutuhan logistik massa setelah rekening diblokir.
Menurut Botok, pemblokiran rekening dan akun media sosial tersebut terasa seperti tekanan terhadap kelompoknya. Ia bahkan berharap Presiden Prabowo Subianto dapat memperhatikan kondisi yang mereka alami.
Meski menghadapi kendala, Botok menegaskan AMPB tidak datang ke Jakarta untuk membuat kerusuhan. Ia menyebut kedatangan massa dari Pati bertujuan menyampaikan aspirasi secara tertib dan damai.