Ia juga menyebut kondisi kebugaran siswa mengalami perubahan. Anak-anak yang sebelumnya disebut rutin mengalami pilek kini dinilai lebih jarang sakit.
"Tingkat kebugarannya, Bapak Presiden, yang siswanya dua minggu sekali pilek, hari ini tidak ada, kebugarannya luar biasa," ujarnya.
Tak berhenti pada sektor pendidikan dan kesehatan, Simplisius mengaitkan program MBG dengan kondisi ekonomi keluarga. Ia mengklaim program tersebut ikut berkontribusi terhadap menurunnya kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
Menurut dia, sebagian perempuan yang terlibat dalam penyediaan makanan MBG kini memiliki penghasilan sendiri sehingga kondisi ekonomi rumah tangga menjadi lebih baik.
"Sekarang berkurang KDRT yang terjadi. Dulu istri tuntut minta uang, tapi sekarang punya uang sendiri, punya penghasilan dari MBG," ungkapnya.