estoria.id – Video yang memperlihatkan bangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Cigobang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, diakses melalui jalan kecil di kawasan permakaman viral di media sosial. Rekaman tersebut memunculkan anggapan bahwa bangunan koperasi berada di tengah area kuburan.

 

Namun, Pemerintah Desa Cigobang membantah anggapan tersebut.

 

Kepala Desa atau Kuwu Cigobang, Muhamad Abdul Zei, menegaskan gedung KDMP tidak berdiri di dalam kawasan permakaman. Menurutnya, lokasi bangunan memang berada tidak jauh dari kompleks makam, tetapi memiliki akses utama tersendiri yang terhubung langsung dengan jalan desa.

 

Abdul Zei menyebut video berdurasi sekitar 44 detik yang beredar di media sosial hanya memperlihatkan salah satu jalur menuju kawasan koperasi. Jalur tersebut, kata dia, bukan akses utama KDMP.

 

“Sangat salah besar kalau dibilang akses utama masuk ke KDMP Desa Cigobang lewat pemakaman, dan lokasinya pun tidak di dalam areal pemakaman,” ujar Abdul Zei saat ditemui di kantornya, Senin (31/8/2026).

 

Video dari Jalan di Area Makam

 

Video yang menjadi perbincangan tersebut pertama kali diunggah akun Instagram @pardi_syahri sebelum kemudian disebarluaskan kembali oleh sejumlah akun media sosial.

 

Dalam rekaman itu, seorang warga terlihat mengendarai sepeda motor melewati jalan sempit yang berada di antara makam-makam. Jalur tersebut kemudian mengarah ke sebuah bangunan yang terdapat tulisan “Koperasi Merah Putih Desa Cigobang.”

 

Perekam video mengaku kaget melihat bangunan koperasi berada di dekat kompleks permakaman.

“Demi apa ini Kopdes ada di kuburan, guys! Aku mah enggak expect banget, di luar nurul (akal) ya,” ucap perekam dalam video tersebut.

 

Narasi dalam rekaman itu kemudian berkembang di media sosial hingga muncul anggapan bahwa bangunan KDMP Cigobang didirikan di tengah area pemakaman.

 

Kades: Itu Bukan Jalan Utama

 

Abdul Zei menjelaskan, jalan yang terlihat dalam video memang berada di sekitar kawasan makam. Akan tetapi, jalur tersebut merupakan akses alternatif yang biasa digunakan warga untuk menuju permakaman.

Lebar jalan yang terbatas membuat jalur itu hanya dapat dilalui kendaraan roda dua.

 

Berbeda dengan akses utama menuju gedung koperasi yang berada di bagian depan bangunan. Jalan tersebut menghubungkan sejumlah blok permukiman dan dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

 

“Lokasinya memang dekat pemakaman karena itu lahan yang paling dekat dengan pemukiman warga, tapi bukan di dalam area pemakaman,” jelasnya.

 

Menurut Abdul Zei, lokasi pembangunan KDMP telah dibahas melalui musyawarah desa. Pemerintah desa bersama pengurus koperasi kemudian menyepakati lahan yang dinilai paling strategis untuk mendukung aktivitas masyarakat.

 

Dipilih Dekat Permukiman dan Sekolah

 

Lahan yang digunakan untuk pembangunan KDMP merupakan tanah kas desa. Lokasinya dinilai memiliki sejumlah keunggulan karena berada dekat dengan permukiman warga dan sekolah serta tidak jauh dari jalan poros desa.

 

Jalan utama tersebut juga menjadi penghubung antara kawasan permukiman dengan wilayah pertanian yang menjadi salah satu pusat kegiatan masyarakat.

 

Dengan posisi tersebut, pemerintah desa menilai keberadaan koperasi akan lebih mudah dijangkau warga.

Abdul Zei kembali menegaskan bahwa kedekatan lokasi dengan permakaman tidak berarti bangunan koperasi berada di dalam kompleks makam.

 

Ia menyebut akses utama menuju bangunan justru berada di depan gedung dan terhubung dengan jalan desa yang dapat dilalui kendaraan roda empat.

 

Pembangunan Capai 95 Persen

 

Di tengah polemik mengenai lokasinya, pembangunan fisik KDMP Cigobang disebut telah hampir rampung.

Abdul Zei menyampaikan progres pembangunan saat ini mencapai sekitar 95 persen. Sejumlah fasilitas penunjang operasional koperasi juga telah diterima pemerintah desa, termasuk sarana penyimpanan barang dan kendaraan operasional.

 

Meski bangunan hampir selesai, pemerintah desa belum memastikan kapan KDMP Cigobang akan resmi diluncurkan. Jadwal peresmian masih menunggu keputusan dari PT Agrinas.

 

Pemerintah Desa Cigobang berharap polemik yang muncul akibat video tersebut tidak menimbulkan kesalahpahaman mengenai lokasi pembangunan.

 

Menurut pemerintah desa, gedung KDMP bukan dibangun di tengah kuburan sebagaimana narasi yang berkembang, melainkan berada di lahan yang berdekatan dengan permakaman dan memiliki akses utama langsung dari jalan desa.