Menurutnya, harga bahan pangan maupun biaya distribusi tidak selalu sama antara satu daerah dengan daerah lainnya. Karena itu, sistem pengadaan MBG harus mempertimbangkan karakteristik pasar lokal.

 

“Harga bahan pangan dan biaya logistik berbeda-beda. Karena itu marketplace harus berbasis kondisi pasar daerah dan tidak menggunakan pendekatan yang menyamaratakan semua wilayah,” pungkasnya.

 

Sebelumnya, Kepala BGN Sudaryono mengungkapkan bahwa lembaganya sedang menyiapkan marketplace untuk pengadaan bahan baku MBG. Sistem ini dirancang untuk mengurangi potensi kecurangan dalam proses belanja bahan pangan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

 

Sudaryono menyebut sistem digital tersebut diharapkan dapat membuat proses pembelian lebih mudah diawasi, termasuk terkait lokasi pembelian, harga hingga transaksi bahan baku.

 

“Jadi belanjanya itu menggunakan sistem sehingga tidak ada lagi hanky-panky, tidak ada lagi minta kickback, tidak ada lagi beli kualitasnya jelek tapi diaku tinggi, diaku bagus, supaya dia ngambil untung dan lain sebagainya,” ujar Sudaryono dalam rapat bersama Komisi IX DPR RI, Kamis (17/9/2026).