Ia menilai pelaku usaha lokal harus memperoleh kesempatan yang sama untuk masuk dalam rantai pasok MBG.

 

“Petani, peternak, nelayan, koperasi, BUMDes, dan UMKM lokal harus mendapatkan akses yang adil. Jangan sampai mereka hanya menjadi penonton dalam rantai pasok MBG yang nilainya sangat besar,” tegas politikus PKS tersebut.

 

Bagi Netty, persoalan marketplace MBG tidak berhenti pada transparansi harga. Sistem tersebut juga perlu dibangun agar mampu melacak asal-usul bahan pangan, rekam jejak pemasok hingga standar kualitas produk yang dibeli.

 

“Pengawasan tidak boleh berhenti pada harga. Sistem idealnya juga mampu menelusuri asal bahan pangan, rekam jejak pemasok, dan standar kualitasnya. Kita harus memastikan pengawasan dimulai sejak dari hulu,” katanya.

 

Jangan Samakan Kondisi Semua Daerah

Netty juga menyoroti perbedaan kondisi rantai pasok pangan di setiap wilayah Indonesia.