estoria.id - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan di media sosial. Kali ini, seorang warga melontarkan kritik keras terhadap pelaksanaan program tersebut, terutama terkait beban tambahan yang disebut harus ditanggung oleh para guru di sekolah.
Kritik itu disampaikan melalui sebuah video yang beredar di Instagram dan diunggah ulang oleh akun @mau.annetteellen serta @mbg.watch. Dalam video tersebut, perempuan yang sama seperti pada video sebelumnya terlihat memegang wadah makanan atau ompreng MBG sambil menyampaikan sejumlah tudingan dan keluhan mengenai pelaksanaan program.
Ia menyoroti keterlibatan berbagai pihak dalam program MBG serta mempertanyakan posisi guru yang menurutnya justru mendapatkan beban tambahan di tengah aktivitas mengajar.
“Yang punya ide Prabowo, yang main masak-masakan BGN yang ngeracunin, SPPG yang dapat untung parpol, ormas, anggota DPR, tentara sama polisi yang bikin gaji guru honorer tetap kecil tetap melarat ya MBG,” ujar perempuan tersebut dalam video, pada Senin (21/9/2026).
Pernyataan itu disampaikan dengan nada keras. Ia kemudian menyoroti tugas guru yang disebut ikut melakukan pengecekan terhadap makanan sebelum dikonsumsi siswa.
“Udah gitu yang disuruh jadi anjing, ngendus-ngendus ompreng beracun apa enggak, masa guru sih yang disuruh jadi tumbal makan bareng siswa, keracunan bareng-bareng guru lagi,” katanya.
Ia juga mengklaim pelaksanaan MBG berdampak terhadap aktivitas mengajar guru. Menurutnya, terdapat guru yang harus menghadapi perubahan jam mengajar maupun berkurangnya jam pelajaran karena adanya kegiatan terkait program tersebut.
“Yang diacak-acak jam ngajarnya, diambil jam pelajarannya guru juga,” ucapnya.
Tak hanya persoalan jam mengajar, perempuan itu juga menyampaikan tudingan mengenai tekanan yang disebut dialami guru ketika terjadi persoalan dalam pelaksanaan MBG.
“Yang diteror, diintimidasi kalau ada kasus keracunan jangan sebarin guru lagi,” ujarnya.
Ia bahkan menyinggung persoalan biaya pengobatan apabila guru mengalami gangguan kesehatan yang dikaitkan dengan makanan MBG.
“Kalau keracunan, disuruh bayar ongkos berobat sendiri guru juga,” katanya.
Kritik kemudian berlanjut pada kewajiban lain yang menurutnya turut dibebankan kepada guru, yakni pelatihan mengenai gizi.
“Udah gitu guru masih disuruh lagi ikut pelatihan gizi. Ampun, ampun,” ucapnya.
Soroti Kesejahteraan Guru
Dalam video tersebut, perempuan itu juga mengaitkan persoalan MBG dengan kondisi kesejahteraan guru, khususnya guru honorer.
Ia menilai pemerintah semestinya lebih dahulu memperhatikan kesejahteraan guru yang telah memiliki beban pekerjaan cukup berat.
“Prabowo, Sudaryono, bukannya bikin guru sejahtera malah bikin guru makin menderita,” katanya.
Menurut dia, persoalan kesejahteraan guru tidak hanya berkaitan dengan pekerjaan di sekolah. Ia menyebut ada guru yang harus mencari penghasilan tambahan setelah mengajar.
“Guru tuh udah capek ngajar, habis ngajar masih harus jualan, jaga warung, jadi pemulung, ngojek,” ujarnya.
Di bagian akhir video, ia secara terbuka menyerukan agar program MBG dihentikan.
“Bubarin noh MBG, bubarin! Bikin guru susah aja,” katanya.
Video tersebut kemudian disertai caption yang juga bernada kritik terhadap program MBG. Dalam unggahan tersebut tertulis, “MBG itu makan-makan demi 2029. Ayo guru-guru TOLAK MBG SELAMANYA!!”
Unggahan itu disebut diposting sekitar dua hari sebelum informasi tersebut beredar pada Rabu (23/9/2026). Sejumlah pengguna media sosial terlihat memberikan dukungan di kolom komentar.
Salah satu akun menulis, “Makasih udh mewakilkan perasaan ku yang selama ini aku pendam.”
Komentar lain berbunyi, “Semangat ibu menyuarakan kebenaran,” disertai emoji api. Komentar tersebut terlihat memperoleh ribuan tanda suka.
Meski demikian, sejumlah tudingan yang disampaikan dalam video tersebut merupakan pernyataan dari pembuat konten dan belum dapat diperlakukan sebagai fakta yang telah terverifikasi. Klaim mengenai intimidasi, kewajiban membayar biaya pengobatan, perubahan jam mengajar, maupun keterlibatan pihak-pihak tertentu perlu dikonfirmasi kepada instansi dan pihak terkait.