“Terserah pakar-pakar yang menganggap dirinya pakar, saking pintarnya jadi goblok,” ujar Prabowo.
Pernyataan tersebut kemudian menjadi sorotan karena istilah “goblok” yang digunakan kepala negara untuk menyindir sebagian pakar.
Mahfud pun memberikan respons dengan mengakui bahwa tidak semua orang yang menyandang status profesor atau pakar memiliki kemampuan yang sama.
Namun, ia sekaligus mengingatkan bahwa persoalan serupa juga dapat terjadi pada pemegang jabatan lain, termasuk presiden.
Meski melontarkan perbandingan tersebut, Mahfud memberikan penilaian berbeda ketika ditanya mengenai Prabowo.