Meski demikian, Mahfud menegaskan tidak semua profesor dapat diberi label serupa. Ia kemudian membuat perbandingan dengan jabatan presiden.
“Tetapi tentu tidak semua profesor. Seperti halnya presiden juga banyak yang goblok. Iya kan? Banyak yang goblok juga,” kata Mahfud.
Pernyataan itu disampaikan Mahfud dalam konteks menanggapi polemik mengenai penggunaan istilah “goblok” terhadap para pakar. Ia tidak menyebut Presiden Prabowo sebagai sosok yang dimaksud dengan istilah tersebut.
Mahfud justru menyebut mantan Presiden Uganda, Idi Amin, sebagai contoh ketika menjelaskan bahwa seseorang yang menduduki jabatan presiden tidak otomatis terbebas dari kemungkinan memiliki kapasitas yang buruk.
“Banyak profesor goblok. Banyak juga presidennya goblok gitu. Tahu contohnya? Idi Amin misalnya, kan presiden juga itu,” ucapnya.