Ramli mengakui bahwa proses pemilihan memang tidak dilakukan melalui mekanisme seleksi terbuka sebagaimana idealnya dilakukan.

 

“Sebetulnya memang harusnya ada seleksi, tapi berhubung waktunya mendesak, kami mencari secara manual,” kata Ramli saat diwawancarai media, Kamis (1/10/2026).

 

Meski demikian, menurut Ramli, proses pencarian pemeran tetap melibatkan sejumlah lembaga pendidikan dan komunitas.

 

Nama-nama yang dilibatkan antara lain SMAN 1, SMPN 2, MAN, SMPN 1, Universitas Islam Madura (UNIRA), Universitas Wiraraja (UNIJA), serta Kacong Cebbing dari Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura.

 

“Jadi lengkap,” ujar Ramli.