Ia menegaskan, pasien datang ke rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan. Karena itu, ketika pasien meninggal dan muncul pertanyaan mengenai penanganannya, rumah sakit harus memberikan penjelasan yang memadai.
“Orang datang ke sana bukan untuk mati, tapi untuk berobat. Kan begitu logika kesehatannya,” ucapnya.
Meski demikian, belum ada hasil pemeriksaan yang dapat memastikan apakah kematian Deni berkaitan dengan kesalahan atau kelalaian medis. Penentuan tersebut harus didasarkan pada pemeriksaan yang objektif, bukan semata-mata dugaan.
Komunikasi dengan Manajemen Dipersoalkan
Selain mempertanyakan penanganan medis, Zamrud mengkritik cara manajemen RS BHC Sumenep berkomunikasi dengan media. Ia mengaku mengalami kesulitan memperoleh tanggapan dari jajaran rumah sakit, termasuk direktur.
Menurutnya, permintaan konfirmasi melalui pesan WhatsApp maupun telepon semestinya mendapatkan respons yang layak, terlebih ketika persoalan yang ditanyakan menyangkut kepentingan publik.