Ia juga mempersoalkan komunikasi yang dinilainya harus melalui janji pertemuan, sementara permintaan klarifikasi telah disampaikan sebelumnya.

 

“Saya katakan, pengelolaan manajemen BHC Sumenep itu tidak profesional. Terbukti dari sisi menyampaikan ke publik saja masih sifatnya harus ada janjian, padahal komunikasi itu sudah terjadi tapi tidak ada respons positif,” tegasnya.

 

Kritik tersebut menempatkan keterbukaan manajemen sebagai salah satu persoalan utama dalam kasus ini. Ketika pertanyaan media tidak memperoleh jawaban yang memadai, ruang bagi spekulasi publik dapat semakin lebar.

 

Namun, penilaian mengenai profesionalitas manajemen tersebut merupakan pandangan Zamrud. Untuk menilai secara utuh, diperlukan pula penjelasan dari pihak rumah sakit mengenai pola komunikasi, proses penanganan pengaduan, dan langkah yang sedang ditempuh untuk menyelesaikan persoalan.

 

Investigasi Internal Belum Tuntas