Dalam rancangan RPIK tersebut, Sumenep mengusung visi menjadi pusat agroindustri kelautan yang inklusif. Arah pembangunan ini bertumpu pada potensi pertanian dan kelautan yang dinilai dapat menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.

 

Untuk mewujudkan visi itu, pemerintah menetapkan tiga misi utama. Pertama, meningkatkan pendapatan per kapita secara inklusif. Kedua, mendorong pertumbuhan industri berbasis pertanian dan kelautan. Ketiga, membangun sektor industri yang memperhatikan kelestarian lingkungan.

 

Menurut Ramli, pengembangan industri tidak cukup hanya mengandalkan produksi bahan mentah. Potensi komoditas lokal perlu didorong melalui proses pengolahan agar menghasilkan produk dengan nilai ekonomi lebih tinggi.

 

Strategi tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk lokal, membuka peluang investasi, serta memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat.

 

Dengan pendekatan itu, sektor pertanian dan kelautan tidak hanya diposisikan sebagai sumber bahan baku, tetapi juga sebagai fondasi tumbuhnya kegiatan industri yang memberikan manfaat ekonomi lebih besar bagi daerah.