Melalui pendekatan tersebut, program MBG diharapkan memiliki dimensi pendidikan yang lebih luas. Makanan yang diberikan kepada siswa dapat menjadi pintu masuk untuk membangun kebiasaan makan sehat sejak usia dini.

 

Sudaryono berpendapat, integrasi edukasi gizi ke dalam kurikulum penting karena menurutnya belum tersedia wadah khusus yang memadai bagi anak-anak untuk memperoleh informasi mengenai gizi.

 

“Karena tidak ada lembaga, wahana bagi anak-anak kita mendapatkan informasi ini,” pungkasnya.