“Sama seperti penjaskes, pendidikan jasmani dan kesehatan, olahraga dimasukkan ke dalam pelajaran. Ini ada pelajaran tentang gizi, bukan hanya makan, tetapi ada pelajaran gizinya,” ujarnya.

 

Dalam skema yang diusulkan, pembelajaran gizi tidak berhenti pada pengenalan makanan sehat. Siswa juga perlu memahami fungsi berbagai zat gizi, mulai dari karbohidrat, protein, serat, vitamin, hingga mineral.

 

Pemahaman tersebut diharapkan membantu peserta didik mengenali kebutuhan nutrisi tubuh sekaligus mengetahui alasan berbagai jenis pangan perlu dikonsumsi secara seimbang.

 

Sudaryono mencontohkan, siswa dapat diajarkan mengenai fungsi karbohidrat sebagai sumber energi, manfaat sayuran yang mengandung vitamin dan mineral, serta peran protein dalam mendukung pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan tubuh.

 

“Diajarkan kenapa orang harus makan karbo, apa pentingnya karbohidrat. Kenapa orang harus makan sayur, apa pentingnya vitamin, mineral. Kenapa mesti protein, satu orang itu makan protein itu harus berapa dan sebagainya,” kata dia.