estoria.id - Kematian Dani, pasien BPJS berusia 22 tahun yang meninggal setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Baghraf Health Care (RS BHC) Sumenep, masih menyisakan sejumlah pertanyaan. Namun, upaya memperoleh penjelasan dari organisasi profesi kedokteran dan Dinas Kesehatan setempat belum membuahkan hasil.
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Sumenep, dr. Rifmi Utami, hingga Selasa (27/10/2026) belum memberikan jawaban substantif atas pertanyaan yang diajukan jurnalis. Padahal, sebelumnya ia telah mempersilakan wartawan mengirimkan pertanyaan melalui WhatsApp.
Sikap tersebut memunculkan tanda tanya mengenai respons organisasi profesi dokter terhadap kasus kematian pasien yang kini menjadi perhatian publik.
Apakah IDI Sumenep masih membutuhkan waktu untuk memberikan tanggapan, atau ada pertimbangan lain yang membuat organisasi tersebut belum menyampaikan pandangannya?
Belum ada keterangan dari Rifmi yang dapat menjawab pertanyaan itu.