Baginya, kemajuan zaman tidak boleh membuat generasi muda tercerabut dari akar kebudayaannya sendiri.
Ia mengingatkan agar anak-anak Sumenep tidak hanya memiliki kemampuan berbahasa Indonesia dan Inggris, tetapi juga tetap mampu menggunakan bahasa daerah sebagai bagian dari identitas masyarakat Madura.
“Jangan sampai anak-anak kita hanya bisa berbahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Harus ada sesuatu yang berimbang, tentunya dengan melestarikan Bahasa Madura,” tegasnya.
Pemkab Sumenep juga berencana mendorong penggunaan bahasa daerah di lingkungan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Kendati demikian, penerapannya akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing instansi, mengingat tidak semua pejabat berasal dari Madura.
IPM dan Anak Putus Sekolah Jadi Perhatian