Perintis, Bukan Pewaris
Di kalangan masyarakat maupun rekan sejawat, Abd Rahman akrab dijuluki "Sang Perintis Bukan Pewaris." Julukan itu bukan tanpa alasan.
Ia lahir di Pamekasan, 8 April 1975, kemudian dibesarkan di Desa Larangan Perreng, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep setelah kedua orang tuanya, Sa'rawi dan Jiya, menetap di wilayah tersebut.
Terlahir dari keluarga petani sederhana, Abd Rahman tumbuh dengan nilai kerja keras yang kuat.
"Bapak saya petani. Ibu juga petani. Sampai sekarang, saya pun masih bertani, masih pelihara sapi," tuturnya kala itu.