Di mana pun ditempatkan, Lopa selalu memegang prinsip bahwa penegakan hukum harus berpihak kepada kepentingan rakyat, tanpa pandang bulu terhadap siapa pun yang melanggar hukum.
Sikap tegas itu membuatnya beberapa kali menerima ancaman pembunuhan. Namun ancaman tersebut tidak pernah menyurutkan langkahnya.
Dalam wawancaranya dengan Kompas pada 17 April 1983, Lopa menegaskan bahwa keselamatan dirinya sepenuhnya diserahkan kepada Tuhan.
"Bila saya akan bertindak sesuatu, selalu saya berpegang bahwa nasib saya di tangan Tuhan. Yang penting kebenaran harus ditegakkan. Bahwa ada risiko yang mungkin menimpa saya, termasuk pembunuhan, itu sudah saya serahkan kepada Tuhan," ujarnya.
Lebih dari dua dekade setelah kepergiannya, nama Baharuddin Lopa masih dikenang sebagai simbol keberanian dalam penegakan hukum. Integritas, ketegasan, dan keberaniannya menghadapi koruptor menjadikannya salah satu figur yang paling dihormati dalam sejarah pemberantasan korupsi di Indonesia.