AI boleh semakin cerdas. Namun, manusia tidak boleh semakin dingin. Kemajuan teknologi harus berjalan bersama kemajuan akhlak. Jika tidak, kita mungkin berhasil menciptakan mesin yang pandai menjawab, tetapi gagal menjadi manusia yang mau mendengar.*
Baca Juga:Nisfu Syaban dan Kesempatan Kedua
*Akh Haerul Mukhlis (Mahasiswa STITA Jurusan PGMI)