Rekaman Suara Istri Kades Galis Buka Dugaan Penyalahgunaan Bansos untuk Infrastruktur Desa

Sabtu, 8 November 2025 - 12:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Iustrasi Penerima Bansos PKH

i

Gambar Iustrasi Penerima Bansos PKH

SUMENEP, ESTORIA Rekaman suara seorang perempuan yang diduga sebagai istri Kepala Desa Galis, Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep, memicu sorotan publik setelah isinya menyinggung penggunaan sebagian dana bantuan sosial (bansos) untuk pembangunan infrastruktur desa.

Dalam rekaman berdurasi lebih dari dua menit itu, perempuan berinisial F dengan lantang menyebut bahwa sebagian bantuan warga digunakan untuk membangun kamar mandi dan mengaspal jalan di wilayah desa.

“Kemarin saya minta dan memotong beberapa nominal. Karena itu saya ingin membuat kamar mandi dan mengaspal jalan,”
ujar F dalam voice note yang beredar luas di grup WhatsApp warga, Sabtu (8/11).

Pernyataan tersebut kini menjadi pusat dugaan penyalahgunaan bansos di Desa Galis. Pasalnya, pembangunan fasilitas umum seharusnya dibiayai dari anggaran resmi desa, bukan dari dana bantuan yang menjadi hak penuh penerima manfaat.

Selain membicarakan soal pemotongan, F juga terdengar memberikan peringatan keras kepada warga penerima bantuan agar tidak mencairkan dana di agen lain selain agen yang diduga dikelolanya.

“Awas jangan sampai saya menemukan ambil di agen lain. Saya pastikan saya laporkan ke suami saya,”
tegasnya dalam rekaman yang kini viral di media sosial.

Sejumlah warga mengaku resah atas praktik tersebut. Mereka menilai tindakan itu tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga mencederai kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah desa.

“Kami merasa tertekan. Masa bantuan yang kami terima harus dipotong dengan alasan mau bangun kamar mandi dan jalan? Itu kan tugas pemerintah desa, bukan pakai uang bantuan,”
ujar salah satu warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Warga lain menambahkan bahwa praktik pemotongan bantuan telah berlangsung cukup lama dan sebagian penerima manfaat memilih diam karena takut kehilangan haknya.

Sementara itu, MaduraPost berupaya mengonfirmasi F terkait isi rekaman tersebut. Pada awal sambungan telepon, terdengar suara perempuan menjawab.

“Halo, iya benar,” namun beberapa detik kemudian, suara di ujung telepon berubah menjadi suara anak kecil yang mengaku sedang memegang ponsel milik ibunya.

“Nggak ada mama, ini HP-nya dipegang aku. Mama nggak ada,” kata anak itu sebelum sambungan terputus.

Perubahan tersebut memunculkan dugaan bahwa F sengaja menghindari klarifikasi setelah rekaman suaranya menjadi perhatian publik.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Galis, Akhmad Syafri Wiarda, belum memberikan keterangan resmi meski telah dihubungi berkali-kali.

Pemerintah desa juga belum menyampaikan klarifikasi terkait dugaan pemotongan dana bantuan untuk pembiayaan pembangunan infrastruktur.

Kasus ini menimbulkan keprihatinan luas karena pembangunan fasilitas desa seharusnya dibiayai melalui mekanisme anggaran resmi, bukan melalui dana bantuan sosial yang dialokasikan bagi warga miskin. **

Penulis : Maswan Este

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel estoria.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Konsolidasi Jurnalistik PWI Pamekasan
Faktor 1.256 Dapur MBG di Indonesia Timur Dihentikan Sementara
Warga Sumenep Jadi Tersangka Kasus Ledakan di Semarang
Pesan Mengejutkan SBY di Cikeas: “Great Power Tidak Boleh Tanpa Kontrol!”
Demokrat Kaget, Anies Hadiri Halal Bihalal di Rumah SBY-AHY Tanpa Diundang
KPK Beberkan Kondisi Tersangka Yaqut
WFH Sehari Mulai Digulirkan
KPK Didesak Jelaskan Tahanan Yaqut
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 09:58 WIB

Konsolidasi Jurnalistik PWI Pamekasan

Kamis, 2 April 2026 - 00:10 WIB

Faktor 1.256 Dapur MBG di Indonesia Timur Dihentikan Sementara

Rabu, 1 April 2026 - 08:11 WIB

Warga Sumenep Jadi Tersangka Kasus Ledakan di Semarang

Kamis, 26 Maret 2026 - 15:26 WIB

Pesan Mengejutkan SBY di Cikeas: “Great Power Tidak Boleh Tanpa Kontrol!”

Kamis, 26 Maret 2026 - 14:14 WIB

Demokrat Kaget, Anies Hadiri Halal Bihalal di Rumah SBY-AHY Tanpa Diundang

Berita Terbaru

News

Konsolidasi Jurnalistik PWI Pamekasan

Senin, 20 Apr 2026 - 09:58 WIB

×