"Saya memahami bahwa kehadiran saya akan menyusahkan rekan-rekan saya. Jadi saya menarik diri meskipun sudah menandatangani buku tamu," ujar Lurie, seperti dikutip Harian Kami edisi 1 September 1971.
Meski pertemuan dengan Presiden Soeharto tidak pernah terjadi, kabar mengenai keberadaan wartawan Israel di Istana Merdeka telanjur menyebar luas. Publik pun mempertanyakan bagaimana hal tersebut bisa terjadi.
Pihak Istana saat itu membenarkan bahwa Lurie memang sempat berada di lingkungan Istana. Namun mereka menegaskan Presiden Soeharto tidak pernah menerima ataupun bertemu dengan wartawan tersebut.
"Kita tidak bisa mengatakan Lurie tidak ke sini. Itu tidak benar," demikian penjelasan pihak Istana sebagaimana dikutip Harian Merdeka.
Kejadian itu mendorong pemerintah melakukan penyelidikan. Direktorat Jenderal Imigrasi bahkan mengaku tidak mengetahui bagaimana Lurie dapat memasuki wilayah Indonesia.